Saturday, October 31, 2009

Tekanan terhadap Pelajar Islam di Universiti-universiti di Mesir

Interference continues with MB students eliminated from Student Body electoral rolls of Cairo Mansoura Universities.



Rigging of the student body elections continue with more than 40 Muslim Brotherhood students at Cairo University noticing that their names were not included in the final lists for the student’s union elections in various faculties. Elections are scheduled to be held next Monday as the college’s final candidates' list was confined to 40 students. However only the students appointed by the security and university administration were on the list revealing the insistence of non-transparent elections.

Approximately 100 MB students at the faculties of medicine, engineering pharmacy, commerce, education and dentistry were removed from the electoral roll.

When the students asked the Director of Youth Welfare about the elimination of their names she replied "the electoral list is just a routine and Members of the Student’ Union has been appointed earlier."

The students stressed they will not give up their legitimate rights and will take all legal action necessary against the university's administration claiming that interference and rigging of elections are a violation of freedom of expression and free will.


http://www.ikhwanweb.com



Ustaz Luthfi Hasan Ishaq kini Presiden PKS

Senin, 26/10/2009 06:19:02

Luthfi Hasan Tokoh Senior, Suksesi Presiden PKS Tanpa Gejolak


Jakarta - Pjs Presiden PKS akan dijabat oleh salah satu tokoh senior PKS, Luthfi Hasan Ishaq. Suksesi kepemimpinan pasca terpilihnya Tifatul Sembiring sebagai Menkominfo berjalan mulus karena Luthfi merupakan tokoh senior yang disegani di internal PKS.

"Ustad Luthfi itu tokoh senior. Semua kader tahu siapa Ustad Luthfi dan kiprahnya. Karena itu proses suksesi Presiden PKS dari Pak Tifatul mulus tanpa gejolak di internal," kata Ketua DPP PKS Zulkieflimansyah kepada detikcom, Minggu (15/10/2009).

Menurut pria yang juga menjadi anggota DPR ini, kemampuan Luthfi dalam memimpin organisasi tidak perlu diragukan lagi. Selain itu, wibawa dan kharismanya juga sangat tinggi karena kemampuannya di berbagai bidang.

"Semua kader mengakui kemampuan dan kharisma Ustad Luthfi. Karena itu, semua kader PKS yakin performance partai lebih siap menghadapi Pemilu 2014," paparnya.

Saat ditanya soal pengalaman Luthfi di panggung politik tanah air, Zul menjelaskan bahwa pada periode 2004-2009 Luthfi sudah menjadi anggota DPR. Para periode 2009-2014 dia juga terpilih lagi. Bahkan sempat melakukan serah terima jabatan sebagai Ketua Komisi I yang ditinggalkan Tifatul Sembiring.

Tetapi karena Luthfi harus memegang posisi Presiden PKS, jabatan Ketua Komisi I diserahkan kepada Kemal Stamboel. Hal ini untuk lebih mengkonsentrasikan diri kepada tugas-tugas baru sebagai Pjs Presiden PKS.(yid/nrl)

http://www.pk-sejahtera.org/v2/index.php


Friday, October 30, 2009

Risalah Mursyid: Al-Quds dan Al-Aqsha; Di tengah Projek Penjajahan Zionis Amerika

Al-Quds dan Al-Aqsha; Di tengah Proyek Penjajahan Zionis Amerika

26/10/2009 | 7 Dhul-Qadah 1430 H | 164 views
Oleh: DR. Muhammad Mahdi Akif
Kirim Print

logo ikhwanRisalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 16-10-2009

Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw beserta keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang mendukungnya, selanjutnya…

Barangsiapa yang melindungi musuhnya maka pada suatu hari ia akan hancur

Sesungguhnya umat yang sadar dan waspada tidak akan bingung dengan segala urusan utamanya, tidak akan mungkin tertipu dengan permasalahannya yang begitu besar, tidak akan mungkin mengabaikan terhadap bahaya yang mengancamnya; karena itu dia akan selalu mengenakan pakaiannya setiap saat, menyiapkan senjata pada setiap pertempuran. Dan pada saat musuhnya melakukan perampasan terhadap negeri, menistakan tempat-tempat sucinya, berusaha mengubah identitasnya, mengusir warganya, dan melakukan ribuan kejahatan yang melanggar kemanusiaan; mereka menyadari tidak ada manfaatnya untuk melakukan negosiasi dan usaha saling memahami, bahkan tidak ada artinya melakukan perdamaian bersamanya. Sungguh benar ungkapan orang Arab dahulu terhadap orang yang merasa dirinya angkuh:

Tidak ada diantara diriku dengan Qais cela # Selain suka menikam tubuh dan memukul budak

Dan itulah yang harus difahamai dan diketahui oleh umat Islam dan para pemimpinnya; menyadari dengan penuh bahwa dirinya telah bersekongkol dengan musuh, melakukan pelanggaran terhadap syariat, konsensus kemanusiaan dan undang-undang internasional, mengeluarkan sikap kontroversial terhadap berbagai kesepakatan internasional, sementara musuh-musuhnya menganggapnya hanya sekedar tinta diatas kertas (hitam diatas putih), sehingga mereka tetap membiarkan –bahkan membolehkdan dan memerintahkan- pasukannya untuk membunuh wanita, anak-anak dan orang tua, melakukan tindak kejahatan perang dihadapan mata dan telinga dunia.

Melalui media televisi dan radio tersebar tindak kejahatan zionis, dan menjadikan seluruh dunia sebagai saksi nyata dan jelas akan tindak kejahatannya; mayoritas bangsa yang memiliki hati yang hidup, bergetar keras perasaan kemanusiaannya pada kebanyakan tokoh di dunia ini mengecam tindakan tersebut, menggugah jiwa kemanusiaan mereka lalu menyeru untuk melawan tindak kejahatan ini, melakukan pembalasan terhadap tindak kejahatan yang telah merobek dan menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan.

Sementara itu, ada sekelompok orang melakukan jihad yang agung, usaha yang gigih dan tindakan yang menakjubkan; mereka mampu mengumpulkan beberapa bukti untuk melawan tindak kejahatan yang dilakukan zionis yang keji, berusaha mengajukan para penjahat perang ke Pengadilan internasional; minimal hasilnya adalah mengecam aksi kejahatan zionis, menyebarkan dan memberikan imej negatif dihadapan opini umum dan internasional akan kajahatannya, menyingkap fakta dan realitasnya dihadapan seluruh dunia, menghapus kecurangan, manipulasi dan pemalsuan yang dengannya dapat menipu banyak orang di seluruh dunia.

Sekiranya tidak ada satu kelompok yang memberikan jaminan kepada umat akan permasalahan ini maka akan tampak usaha seperti memberikan hadiah satu loyang emas kepadanya, dengan meminta untuk ditunda atau ditarik kembali keputusan internasional dari perdebatan, tidak ditampilkan dihadapan dewan keamanan; dengan harapan dapat mewujudkan kedamaian dan menyerahkan zionis ke pengadilan internasional.

Inilah harapan yang sulit diwujudkan, maka dari itu, seperti ungkapan seorang penyair Arab:

Lalu melalui lisan saya katakan secara menyeluruh #

Barangsiapa yang melindungi musuhnya maka pada suatu hari akan hancur

Dimanakah posisi umat terhadap bumi Al-Aqsha dan problematikanya yang besar?!

Para penjahat zionis telah menguasai sikap Arab Palestina, mereka begitu cepat melakukan langkah untuk mencapai tujuan yang hina ini; untuk mengakhiri (menghancurkan) eksistensi Palestina Arab Islam di Al-Quds yang suci, mengakhiri (menghancurkan) permasalahan masjid Al-Aqsha, sekiranya tidak satu kelompok anak bangsa –laki-laki dan wanita- yang beriman dan teguh keimanannya, tegar dan teguh dalam memelihara dan melindungi masjid Al-Aqsha, menyerahkan dada dan tubuh mereka dihantam oleh senjata penjahat zionis, mereka berusaha menggagalkan berbagai usaha mereka untuk memasuki masjid Al-Aqsha dan mengusir warga darinya; sehingga memaksa zionis untuk menarik mundur sementara, menunda konspirasi mereka hingga waktu yang belum ditentukan. Namun sangatlah asing dan menakjubkan apa yang diberitakan; bahwa ada kelompok yang meminta penarikan keputusan kejahatan perang kemanusiaan dengan tidak memandang dengan apa yang terjadi dan dialami oleh Al-Aqsha sebagai permasalahan yang mengarah pada seruan diadakannya KTT Arab, bukan sebagai alasan untuk mengadu dalam berbagai acara dan pertemuan arab, domestik atau internasional, seakan usaha penghancuran masjid Al-Aqsha yang diberkahi, membuat puluhan terowongan dibawahnya, mengusir pemilik asli negeri yang disucikan dan menghancurkan rumah-rumah mereka; sebagai perkara yang tidak berhak untuk dijadikan beban sebagai tuntutan untuk mengadakan KTT Arab atau Islam; sebagai sarana untuk meninjau apa yang mungkin dapat dilakukan dalam rangka menghadapi bahaya laten yang mengancam tempat-tempat suci umat Islam.

Proyek zionis Amerika mengarah pada seluruh umat dan dunia

Tidak sedikit sikap resmi Arab dan Islam yang mengherankan terhadap sikap pemerintah Palestina; mereka berusaha menjadikan permasalahan Al-Aqsha, Al-Quds dan Palestina sebagai permasalahan domistik belaka, tidak ada ada sangkut pautnya dengan negara lain, atau adanya turut campur –atau terlibat- di dalamnya negara dan bangsa lain.

Ini merupakan suatu kerancuan besar yang selalu kami ingatkan dan khawatirkan, karena permasalahan ini bukan permasalahan internal Palestina belaka merupakan permasalahan bangsa Arab dan umat Islam secara keseluruhan, tanggungjawab pemerintah dan bangsa lainnya.

Jika bangsa Palestina bagi mereka menjadi tembok penghalang dalam terwujudnya proyek zionis Amerika yang aphartheid dan imperialis ini; maka bahaya tersebut tidak sekedar mengarah pada bangsa Palestina belaka, namun mengarah kepada umat secara keseluruhan; kemarin, saat ini dan masa yang akan datang, mengarah pada agama dan aqidahnya, nilai-nilia, akhlak dan peradabannya, mengarah pada kehormatan, stabilitas dan keamanannya, mengarah pada pemerintah dan bangsanya.

Karena tidaklah entitas zionis sang penjahat melakukan itu kecuali perang yang ditargetkan kepada seluruh umat, dan jika Al-Quds dan Al-Aqsha jatuh maka akan jatuh pula benteng kekuatan Palestina –semoga itu tidak terjadi- dan pada akhirnya akan jatuh pula yang lainnya –semoga ini pula tidak terjadi- seperti beberapa ibukota Arab dan umat Islam; karena proyek penjajahan Barat tidak bertujuan pada Palestina saja namun bertujuan pada target umat Islam seluruhnya.

Karena itu, seluruh umat harus berada dibelakang jihad Palestina sebagai pendukung dan penyangga, guna mempertahankan jiwa dan eksistensinya, sebelum api penjajahan mencapai pada berbagai ibu kota, kota-kota dan desa-desanya, karena mimpi “Israel raya” masih terus berjalan dan berusaha mewujudkan khayalan mereka sebagai kenyataan, dan akan terus diperbaharui ketika tampak terjadi kebingungan, kehinaan dan kelemahan di tubuh umat.

Karena itu apakah para cendekiawan dan tokoh hanya berdiam diri dan tidak berusaha untuk mematikan apinya, tidak mau bergerak sehingga api perang tersebut masuk ke rumah-rumah mereka, dan mereka tidak mampu mematikannya kemudian menyesal pada saat penyesalan sudah tidak ada manfaatnya sama sekali.

Dalam sejarah dikisahkan bahwa ada salah seorang mukhlisin saat melihat adanya pembangkangan terhadap pemerintahan Umawiyah; beliau bersegera menulis surat yang ditujukan kepada Marwan bin Muhammad, sebagai khalifah terakhir khilafah Umawiyah, beliau berkata:

Saya melihat di balik debu pasir ada percikan api # seakan memiliki letupan yang besar

Bahwa api yang terdapat pada musuh akan selalu diingat # dan perang biasanya di mulai dari ucapan

Sekiranya para cendekiawan pada suatu kaum tidak berusaha meredamnya # maka percikan apinya akan menjadi mayat bergelimpangan

Saya sampaikan dengan penuh rasa heran: kalau bukan karena syairku # apakah umat ini akan bangun atau tetap tidur?

Jika mereka pada saatnya mereka tetap tertidur # maka katakanlah: bangunlah kalian, sudah tiba saat kalian bangun

Namun sekalipun peringatan telah sampai kepada pemimpin Negara, namun dirinya telah terdorong melakukan pembunuhan opini, tidak memahami akibat buruk dari pengabaian peringatan, sehingga runtuhlah negaranya dan tenggelamlah masa keemasan masa khilafahnya, dan ketika ditanya: Apa yang membuat kerajaan anda lemah setelah pada sebelumnya kuat dan kokoh pondasi-pondasinya? Dia berkata: “Karena adanya pembinasaan pendapat (opini).

Apakah para pemimpin arab dan Islam menyadari akan pelajaran ini, menemukan jati dirinya akan peringatan yang tulus ini, atau apakah akan terulang kembali kesalahan ini dan menghadpi kehancuran seperti sebelumnya?! Apakah para pemimpin Arab dan Islam memahami akan adanya ketergantungan dan keterkaitan yang erat umat Islam terhadap Al-Quds dan masjid Al-Aqsha, bahwa eksistensinya tergantung pada sikap yang benar terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi umat, terutama permasalahan masjid Al-Aqsha dan Palestina.

Bahwa hal tersebut tidak akan ada yang mampu memberikan kekuatan di muka bumi guna melindungi pemerintahan dari kemarahan bangsa yang tidak menerima jatuhnya Al-Quds dan masjid Al-Aqsha, yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah bagaimana cara menolaknya terutama bagi orang yang mengabaikan tempat-tempat suci dan mengkhianati permasalahan yang sedang dihadapinya?!

Saya tidak menduga tidak semua cendekiawan dari para tokoh dan budayawan serta pemikir dari umat ini semuanya tidak memiliki ikatan yang kuat dan jelas menyembunyikan terhadap apa yang terjadi di Palestina dan apa yang terjadi di belahan dunia Arab dan Islam, baik apa yang terjadi karena ulah perang Amerika dan Barat seperti di Iraq dan Afghanistan, atau apa yang terjadi karena berbagai intrik perang saudara, seperti yang terjadi di Sudan, Somalia, Yaman, Pakistan dan lain-lainnya, atau apa yang terjadi oleh karena adanya konspirasi dengan menebar fitnah seperti di Iran, atau apa yang telah dicapai untuk melakukan penahanan dan perdiskreditan warga Arab dan umat Islam dan para penyeru kebaikan dan reformasi di Mesir, Tunisia dan yang lainnya, atau apa yang terjadi dari berbgai tindakan pemalsuan keinginan umat, kecurangan pemilu yang terjadi dimana-mana; sehingga tidak mampu diterima oleh orang-orang yang tulus akan permasalahannya, dan para pelindung dan penjaga kehormatan dan tempat-tempat sucinya, atau juga terhadap apa yang terjadi penghancuran nilai-nilai, akhlak, peradaban dan eksistensi umat, dan adanya pemaksaan kehendak untuk mengekor pada nilai-nilai, perilaku permisif barat di tengah masyarakat Islam, yang semua itu tampak sempurna terjadi oleh kerja proyek zionis Amerika.

Proyek zionis ancaman bagi seluruh dunia

Para cendekiawan dn tokoh di dunia ini sadar bahwa proyek zionis merupakan proyek rasial dan imperialis, dan apa yang dilakukan mereka dari berbagai tindak kejahatan setiap harinya di Palestina merupakan aib bagi kemanuisaan dan merupakan penistaan terhadap berbagai perjanjian dan nilai-nilai kemanusiaan, bertentangan dengan norma-norma yang dianut oleh dunia, dan bahwasanya eksisnya rezim rasial yang tidak mengenal bahasa lain kecuali membunuh dan merusak merupakan ancam bagi keamanan dan kedamaian dunia; karena itu, orang-orang yang cinta kemerdekaan di dunia ini dituntut untuk berdiri dalam satu barisan guna melawan para penumpah dan penghisap darah yang telah memotori berdirinya entitas penjajah dan perampas ini, dituntut untuk membela warga Palestina, membantu menyelamatkan bangsa Palestina yang terzhalimi, dituntut untuk melintasi berbagai arah sehingga dapat mengambil sikap yang tegas dalam menetapkan hak, menyebarkan keadilan, kebebasan dan kemanusiaan di seluruh negeri, dan bangsa Barat hendaknya menampakkan perannya dalam menekan pemerintah Barat; untuk bersama-sama menghentikan dukungannya kepada entitas zionis yang telah banyak menebar permusuhan, kezhaliman dan kelalimannya, dan keangkuhannya yang selalu menisbatkan entitasnya sebagai bagian yang berada diatas undang-undang.

Tahiyah dan raja (selamat dan harapan)

Kami menyadari bahwa banyak dari orang-orang merdeka dan tokoh di dunia Barat memahami akan kondisi ini, dan banyak dari mereka memiliki peran yang sangat besar dan usaha yang gigih dalam mengumpulkan fakta dan realita guna menuntut tindakan entitas zionis yang zhalim terhadap warga Gaza yang sabar dan tegar, dan kami memberikan selamat kepada seluruh lembaga dan personal yang telah bergerak dan berjuang untuk membela kebenaran, dan kami menyeru kepada mereka semua untuk tetap tabah dan tegar atas prinsip-prinsip kemanusiaan yang mulia, tidak berputus asa atau merasa gagal terhadap apa yang telah dicapai atau belum tercapai dari usaha menggagalkan rencana zionis Amerika terhadap bangsa Arab dan Palestina; sedangkan mereka yang loyal kepada Zionis -pada hakikatnya- tidak mewakili umat, namun mewakili diri mereka sendiri dan lembaga-lembaga serta kursi yang berusaha mereka pertahankan dan mendapatkan upah darinya; guna memberikan sikap dan keputusan yang tidak memberikan kebaikan bagi umat dan bangsa mereka.

Adapun bangsa Palestina yang percaya dengan problematika mereka, ikhlas dan tulus bersama bangsa dan umatnya; maka mereka akan selalu bersama dengan seluruh bangsa Arab dan Islam, menghargai usaha yang telah dikorbankan oleh para tokoh dan pejuang kebenaran guna menolak kezhaliman, mempertahankan kebenaran dan melawan permusuhan.

Dan kami yakin bahwa kemenangan pada akhirnya akan berpihak pada kebenaran, keadilan dan cahaya, seperti yang dijanjikan Allah SWT:

إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آَمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ

“Sesungguhnya Kami menolong Rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)”. (Ghafir:51)

Allah Akbar walillahilhamdu…

Dan shalawat dan salam atas nabi kita Muhammad saw, beserta keluarga dan sahabatnya…

Dan segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.


Dipetik dari: http://www.al-ikhwan.net

Tuesday, October 27, 2009

Jenazah Selamat Disemadikan


Jenazah Selamat Disemadikan

Jumaat 23 Okt. 2009

Maaf atas kelewatan kenyataan ini ditulis, sepatutnya ini ditulis sebaik sahaja ianya berlaku, namun selepas ketibaan jenazah di Airport Khourtum sehingga lah selesai ditanam, aku terasa sungguh penat, bukan sahaja kepenatan badan bahkan perasaan dan segalanya.. apabila selesaikan jenazah dikebumikan aku meminta ikhwah yang mengiringi ku Abu Yasin, seorang akh berjawatan menteri menghantarku ke Hotel… hari esoknya aku meneruskan urusan berkaitan ..

Aku tidak berkesempatan menulis selepas kenyataan pertama, walaupun ramai yang bertanya mana gambar syeikh di kebumikan?, kalau tak silap aku sahaja yang mengambil gambar, tidak sempat gambar ku kirim wakil ikhwan Sudan sudah memasukkan laporan ke Ikhwan Online…

Disinikan ku cuba tulis apa yang temampu bagi perkongsian bersama, pada hari Jumaat 23 Okt. 09 tepat jam 11.40am waktu Sudan kapal terbang mendarat, hatiku bertambah gementar, tak sanggup rasanya berjumpa dengan keluarga al marhum, sebaik sahaja masuk ke terminal, kelihatan 2 org berjalan masuk bersama pegawai airport, bapa saudara dan sepupunya, masuk terus bertanya kepada zaujah almarhum apa yang berlaku, suasana pilu dan kesemuanya menangis…..

Kami seterusnya dibawa ke rumah almarhum, menunggu ketibaan jenazah yang diuruskan oleh ikhwah dan keluarganya. . setiba di persekitaran rumah ratusan manusia menunggu, dua khemah putih siap dipasang… semasa sampai aku dikerumuni keluarga dan ikhwah… Alhamdulillah tiada soalan diajukan, sememangnya aku tidak mampu menjawab…setiap orang yang datang mengangkat tangan berdoa dan membaca fatihah , sudah menjadi kebiasaan mereka…

Seberapa ketika jenazah tiba, disambut dengan penuh sayu dan teriakan, kebanyakan menyebut La ila ha illallah… ratusan manusia menyebut dengan nada yang sama… jenazah dibawa masuk ke dalam rumah ayah al marhum… sekejap terus di bawa ke Masjid untuk solat jumaat, dan solat jenazah… barulah aku teringat hari ini Jumaat… Alhamdulillah Syeikh sebenarnya meninggal hari jumaat, dibawa solat di masjid Rahmah tidak jauh dari rumah beliau dan berdekatan dengan tanah perkuburan Farouk..

Ramai yang menghadiri solat jumaat, dan semasa Solat jumaat hampir sebahagian khutbah kedua Imam menyebut-nyebut perihal almarhum, memuji kebaikannya, seorang duat yang disegani, peranannya diluar negara serta sumbangan beliau dalam harakah islam di Sudan… barulah aku perasan beliau sangat dihormati dan dikenali di sana… Seterusnya solat jenazah diimamkan oleh Muraqib Am Sudan Syeikh Al Hibri…

Jenazah beliau disemadikan di Perkuburan Farouk bersebelahan Masjid Al Rahmah, ratusan yang mengiringi jenazah menjangkau ribuan… sekumpulan pelajar dari Universiti Afrikia Sudan mengiringi jenazah dengan sepanduk…


Abu Usaid

Takziah dari IM Sudan

د
Takziah Ikhwan Sudan atas pemergian Mujahid Hasan Bashir Abdul Majid
[12:01مكة المكرمة ] [24/10/2009]

الخرطوم- إخوان أون لاين:
نعى الإخوان المسلمون في السودان إلى الشعب السوداني، وإلى رجال الدعوة في العالمين العربي والإسلامي؛ الداعية المجاهد المرابط حسن بشير عبد الماجد، والذي وافته المنية في ماليزيا أول أمس الخميس عن عمر ناهز السابعة والخمسين، بعد رحلة من العمل والدعوة والجهاد في دعوة الإخوان المسلمين، أُصيب على إثرها بوعكة صحية، وأُسعف إلى أحد مستشفيات ماليزيا، إلا أن القدر وافاه به
Ikhwan Muslimin (IM) di Sudan merakamkan ucapan takziah kepada rakyat Sudan khasnya dan kepada rijal dakwah di alam Arabi dan Islami di atas kembalinya ke rahmatullah Da’iah Mujahid Murabit Hasan Bashir Abdul Majid di Malaysia pada pagi hari Khamis 22 Okt 2009 pada umur 57 tahun setelah menghabiskan usianya berdakwah dan berjihad bersama dakwah IM. Beliau dirawat di sebuah hospital di Malaysia setelah disahkan mengalami ketumbuhan di kepala, namun taqdir Allah beliau meninggal selepas itu.

وتتقدم الجماعة في السودان بأحرِّ مشاعر العزاء إلى أسرة الفقيد، وأهله، وذويه، وإلى إخوانه على درب الدعوة في السودان، والعالمين العربي والإسلامي
IM di Sudan mengucapkan takziah kepada balu almarhum, keluarga serta rakan-rakan seperjuangan di jalan dakwah yang berada di Sudan dan seluruh dunia.

وكان الفقيد- رحمه الله- قد انضم لجماعة الإخوان المسلمين بالسودان منذ ستينيات القرن الماضي؛ حتى أصبح عضوًا بالمكتب التنفيذي ومسئولاً عن العمل الطلابي، ويعد الفقيد واحدًا من سبعة أسسوا العمل الإخواني في السودان في سبعينيات القرن الماضي، قبل أن يتفرغ للعمل الدعوي بالخارج، والذي استمرَّ فيه طيلة خمس عشرة سنةً، وظل وفيًّا لدعوته وبيعته طوال حياته التي قضاها في خدمة الدعوة، والتبشير بها في كثير من الدول الإسلامية؛ حتى وافته المنية في ماليزيا عقب واحدة من رحلاته الدعوية
Almarhum -rahimahullah- telah bergabung dengan jemaah IM di Sudan sejak tahun 60an lagi sehingga menjadi salah seorang anggota MT dan Ketua Tullab. Beliau adalah salah seorang dari 7 orang yang awal mengasaskan amal ikhwani di Sudan dalam tahun-tahun 70an, kemudian selepas itu ‘all out’ di luar Negara selama lebih kurang 15 tahun. SHB setia dan wafa’ dengan bai’ahnya dengan berkhidmat untuk dakwah, bermusafir dari satu negara ke satu negara yang lain tanpa jemu sehingga saat dia menemui Allah swt ketika dalam perjalanan melaksanakan salah satu tugas dakwahnya.

وتمت صلاة الجنازة عليه عقب صلاة الجمعة في مسجد الرحمة بمدينة الخرطوم، بعد وصول الجثمان من ماليزيا، وأمَّ الصلاة عليه الدكتور الحبر يوسف نور الدايم المراقب العام للإخوان المسلمين بالسودان، وبحضور لفيف من قيادات الإخوان بالعالم الإسلامي، والذين حضر بعضهم مرافقين لجثمان الفقيد، وشارك في صلاة الجنازة عليه الكثير من مريديه وتلامذته رحمه الله.
Solat jenazah disempurnakan selesai solat Jumaat di Masjid Rahmah di Bandar Khortoum seketika selepas sampainya dari Malaysia. Solat jenazah diimamkan oleh Dr Hibr Yusof Nurul Daim iaitu Muraqibul Am (MA) IM di Sudan dan hadir sama di situ ialah sebahagian daripada qiadah-qiadah IM dari seluruh dunia di samping pengiring-pengiring almarhum dari Malaysia. Solat jenazahnya juga dihadiri oleh murid-muridnya rahimahullah…

Sunday, October 25, 2009

Bagai Semalam, Kau Bersama Kami….




Rangkuman Kesetiaan Dan Penghargaan Tak Bertepi Buat Si Dia 2

Aku masih terkejut – bukan kerana tak redha- tapi sebenarnya…….. dia amat istimewa buatku. Semasa hayatnya kurasakan sebahagian sahaja daripadanya…. Tapi selepas pemergiannya, kurasakan sesuatu yang terlalu berbeza…. Kalau aku mengetahui perkara ghaib- tak mungkin ku ketahui- nescaya ku gandakan apa sahaja untuk keselesaannya. Aku belajar bahawa… kalau perkara itu baik, dia itu baik… mulia di sudut syariat dan adat… jangan bertangguh melakukannya, takut tak sempat… samada dia yang pergi atau aku yang pergi.

Aku masih ingat… sehari sebelum pemergiannya, kami sepasukan ( aku, fauzi dan nizam) berpakaian pasukanku, menziarahinya di pembaringannya. Dia anak jantan( memang jantan pada emosi dan sikapnya) yg kuat. Sepatutnya empat hari di ICU, dia sudah boleh berpindah ke wad biasa setelah 2 hari berlalunya pembedahan. Dia bertanya kepadaku “ kenapa lambat datang? Baru kutahu aku juga istimewa padanya, ingin ditemui segera.Ku berikan ungkapan semangat padanya” Besarnya pahalamu, menanggung luka di kepalamu, umpama luka ashab Uhud. Kamu sekarang di tengah medan tempur, Ardh Ribath, cedera pula, sabar pula, redha pula. Di situ kulihat dan semakin kufahami hakikat tawakkal. Memilih secara bebas, faham, tahu risikonya dan berserah secara bulat kepada Al Rahman. Memang dia sebenarnya Al Rahman: Dengan kasih sayangNya, pembedahan berjaya, dengan kasih sayangNya juga, Dia mengambilnya utk bersamaNya di sisiNya, matinya di tengah medan tempur, mati secara mulia. Dia antara perancang dan peneraju utama kesejahteraan dan keutuhanku dan teman- teman. Dia yang menebaskan semak di jalananku dan teman- teman ( sepatutnya kami yang menebasnya… tapi kerana mulianya nuraninya, perkasanya rasa tanggungjawabnya) dia yang menyinsing lengan membuangkan paku dan kaca yang mengganggu kelancaran kami ke hadapan. Amat kutahu letihnya dia bermusafir berulang alik utk membantu menyelesai, merungkai simpulan dengan caranya yg tersendiri, merapat yg jauh dan menjauh. Tiadakah di sana hati yg mahu menghargai jerih keras insan ini lalu mendengar nasihatnya?

Aku makin faham nilai ukhuwwah. Kita tak serupa; pada warna, saiz, lisan dan segalanya, tapi kita berkasih sayang… kerana apa ye? KeranaNya rupanya. Aku berjanji akan berhati- hati berbahasa, menggunungkan baik sangka dan lapang dada, meningkatkan taqwa agar jahat itu tak datang dari sisiku.

Rupa- rupanya ukhuwah dan perpaduan itu amat besar ertinya. Besar pahalanya, besar kesanya, ledakan atom kesannya kalau dirobek jalinan indahnya…..

Untuk teman- temanku, fashbiruuuuuu. Kuatkanlah kesabaranmu utk mengawal diri dan keputusanmu agar anyaman indah ukhuwwah dan kesatuan ini terus utuh, terus mekar, mewangi atau…. paling tidak, kalau berlaku robekan, bukan datang dari sisimu. Dia telah pergi, amanahnya terlaksana, kita bagaimana?

Mohon maaf kerana berjela..Emosiku sedang menggila…. dan aku gembira mengungkapkannya. Hayatilah nasyid Hijjazku, kelak bergenang air matamu….airmata ukhuwah dan kesetian.

Di petik dari Laman Ustaz Abd Haris Bain

http://harisbain.blogspot.com/2009/10/bagai-semalam-kau-bersama-kami.html

Gambar sekitar Solat Jenazah Shaikh Hasan Bashir

Allahumaghfirlahu warhamhu...




Dr Malik Badri (Pengarang Muslim Psychologists in the Lizard's hole)


Abu ‘Ammar Muhammad Ahmad ar-Rashid, Pengarang kitab AlMuntalaq


Prof Hatta



Van jenazah bertolak


Yang tinggal

Saturday, October 24, 2009

Kali Ini Aku Ke Khourtum Sudan




Ku tulis kenyataan ini pada jam 2.30pm waktu msia 23 okt 2009 di atas kapal QR 2520 menuju Khourtum, Terasa berat rasanya jari ini memetik papan keyboard, tapi aku terus sedaya ku memaksa jari jemari ku, Ku gagahi demi kerana seorang sahabat bahkan seorang syeikh yg yang ku kenali sebelum ini, yang ku sayangi kerana Allah, yang aku kenali hampir sepuluh bersama ku dalam urusan dakwah, tanpa ku sedari air mata ku mengalir, entah aku tidak pasti ini kali yang ke berapa… semenjak saat-saat ku dihubungi Mr F menyatakan usaha Doktor di Hospital pakar Damansara menemui kegagalan, ku minta teruskan usaha, selepas hampir sejam akhirnya beliau berkata “Ustaz mengikut definisi Doktor beliau sudah meninggal, aku kaku seketika masih tidak boleh ku percaya… aku yg pertama mendapat berita ini, pada masa yang sama Dr H masih lagi menghantar sms menyatakan syeikh hasan sedang tenat… aku tahu syeikh sudah pergi buat selamanya, namun aku masih menaruh harapan, manalah tahu Allah berkuasa atas segalanya, beberapa minit kemudian secara kebetulan Akhi A dari Sri Lanka menghubungi dan bertanya khabar syeikh Hasan, aku tidak sanggup menyatakan pada beliau, apatah lagi mahu melafazkannya, lalu ku beritahu akan hubungi sekejap lagi, lalu ku hubungi Dr T meminta beliau pastikan dengan dengan Dr. H, bagi ku biarlah org lain yang mengesahkan kematiannya … bukan aku… akhir aku terpaksa akur dengan ketentuan Ilahi selepas Dr. T menyatakan syeikh disahkan meninggal melalui pengesahan Dr H. Aku kemudian menghubungi Akh A Sri Langka tapi lidahku kelu… akhir aku mampu sebut ya akhi “ Inna lillah wa inna ilahi rajiuun” … beliau terus menangis teresak2… Ya Allah… aku hanya mampu mendengar tangisan beliau…

Semasa di Hospital aku gagahi menghubungi Abu T di Filipina menangis tersesak2 di talipun, aku juga tidak dapat menahan perasaan, sebak dan ku terpaksa putuskan percakapan…

bermula di saat itu terlalu kerap air mata ku mengalir, ia tidak pernah berlaku kepada ku sebelum ini, dalam sejarah hidup , aku pernah kehilangan ibu ku tersayang semasa aku berumur 9 tahun, kematian bapaku lima tahun yang lalu, sememangnya aku menangis tapi tidak sekerap ini, …bermula dari berita kematian 22hb. jam 8.30 pagi hingga saat ini, entah kenapa airmataku terlalu kerap keluar tanpa sedari, aku cuba mengelak tapi tidak berdaya…. Ya Allah berilah kekuatan kepada hamba mu ini,

Ikhwah sekalian…. sekarang aku dalam perjalanan ke Khourtum. semasa Ikhwah mula meninggalkan kami di lapangan terbang KLIA selepas bersalaman dan wida’ dengan ku, yang paling akhir Dr L dan keluarganya diikuti Ustaz H dan Akhi H…. aku mula melangkah masuk ke dalam Terminal, terasa sungguh berat kaki ini untuk melangkah, sesekali aku tertanya sendirian apa yang aku buat ni ?? kemana aku mahu pergi sekarang ? Aku hampir tak percaya… Aku sedang menghantar mayat Syeikh Hasan Basyir.. ya Allah kenapa ini yang berlaku…. aku menghantar jenazah Syeikh Hasan yang kerap bersama ku sebelum ini… selalu bercakap mengenai dakwah, perkembangan ikhwah, perancangan maktab dan banyak lagi… Aku sepatutnya memastikan kesihatan beliau di Hospital… tetapi sekarang aku menghantar jenazah beliau… air mataku terus semakin kuat mengalir.

Semasa aku menulis ini Ukht Amal zaujah Syeikh Hasan mencelah , katanya ustaz sebelum ini Ust Hasan bersama kita duduk atas kerusi dalam flight, tapi sekarang kita berada di sini, beliau berada di bawah ustaz….dalam Kargo….katanya … sungguh pilu aku mendengarnya… aku hanya mampu mendengar… hidangan dalam penerbangan langsung tidak selera untuk aku sentuh.

Kalau sebelum ini aku menaiki kapal bermusafir ke luar negara, urusan mutabaah dan penerangan, biasanya atas arahan beliau, tapi kali ini aku ke luar bukan atas arahan beliau apa lagi permintaannya , aku ke luar kali ini kerana menemani jenazah beliau yang kaku, Kali Ini Aku Ke Khourtum Sudan sesekali terus aku tidak sanggup menghantar kepada keluarga beliau sebujur badan yang kaku… dalam bekas yang di sudahkan di sealkan

Akhuukum

Abu Usaid

Kenyataan (dan Terjemahan) Mursyidul Am Ikhwan Muslimin atas pemergian Sheikh Hasan Bashir


[14:22مكة المكرمة ] [24/10/2009]

أ. محمد مهدي عاكف


نعى فضيلة الأستاذ محمد مهدي عاكف المرشد العام للإخوان المسلمين إلى الشعب السوداني، وإلى رجال الدعوة في العالمين العربي والإسلامي؛ الأخ الداعية المجاهد المرابط حسن بشير عبد الماجد، والذي وافته المنية في ماليزيا أمس الأول الخميس عن عمر ناهز السابعة والخمسين، بعد رحلة من العمل والدعوة والجهاد في دعوة الإخوان المسلمين.

وأضاف فضيلته، في بيان أصدره؛ أن جماعة الإخوان المسلمين- إذ تحتسب عند الله الأخ الداعية- تتقدَّم بأحرِّ مشاعر العزاء إلى أسرة الفقيد، وأهله، وذويه، وإلى إخوانه على درب الدعوة في السودان، والعالمين العربي والإسلامي.

ودعا فضيلته للفقيد بواسع الرحمة، وأن يتقبل الله منه صالح عمله، وأن يرفعه عنده في عليين، مع الأنبياء والشهداء والصديقين، وحسن أولئك رفيقًا.

وفيما يلي نص العزاء:

بسم الله الرحمن الرحيم

تنعى جماعة الإخوان المسلمين، إلى الشعب السوداني، وإلى رجال الدعوة في العالمين العربي والإسلامي؛ الأخ الداعية المجاهد المرابط حسن بشير عبد الماجد، والذي وافته المنية في ماليزيا أمس الأول عن عمر ناهز السابعة والخمسين، بعد رحلة من العمل والدعوة والجهاد في دعوة الإخوان المسلمين.

إن جماعة الإخوان المسلمين- إذ تحتسب عند الله الأخ الداعية- تتقدَّم بأحرِّ مشاعر العزاء إلى أسرة الفقيد، وأهله، وذويه، وإلى إخوانه على درب الدعوة في السودان، والعالمين العربي والإسلامي.

نسأل الله أن يتغمد الفقيد بواسع رحمته، وأن يتقبل منه صالح عمله، وأن يرفعه عنده في عليين، مع الأنبياء والشهداء والصديقين، وحسن أولئك رفيقًا.. اللهم لا تحرمنا أجره، ولا تفتنا بعده. واغفر لنا وله.. وإنا لله وإنا إليه راجعون.

محمد مهدى عاكف
المرشد العام للإخوان المسلمين

http://www.ikhwanonline.com/Article.asp?ArtID=55545&SecID=210


TERJEMAHAN


[14:22مكة المكرمة ] [24/10/2009]

Kenyataan Mursyidul Am atas pemergian almarhum Da’iah Sudan Hasan Abdul Majid

بسم الله الرحمن الرحيم

تنعى جماعة الإخوان المسلمين، إلى الشعب السوداني، وإلى رجال الدعوة في العالمين العربي والإسلامي؛ الأخ الداعية المجاهد المرابط حسن بشير عبد الماجد، والذي وافته المنية في ماليزيا أمس الأول عن عمر ناهز السابعة والخمسين، بعد رحلة من العمل والدعوة والجهاد في دعوة الإخوان المسلمين.

Jemaah IM merakamkan ucapan takziah kepada rakyat Sudan dan rijal dakwah di seluruh dunia di atas kembalinya ke rahmatullah al-Akh Da’iah Mujahid Murabit Hasan Bashir Abdul Majid di Malaysia pada pagi kelmarin (22/10/2009 Khamis). Umur almarhum 57 tahun ketika meninggal setelah mengharungi perjalanan dalam amal, dakwah dan jihad bersama dakwah IM.

إن جماعة الإخوان المسلمين- إذ تحتسب عند الله الأخ الداعية- تتقدَّم بأحرِّ مشاعر العزاء إلى أسرة الفقيد، وأهله، وذويه، وإلى إخوانه على درب الدعوة في السودان، والعالمين العربي والإسلامي.

Sesungguhnya Jemaah IM mengucapkan takziah kepada balu almarhum, keluarga serta rakan-rakan seperjuangan di jalan dakwah yang berada di Sudan dan seluruh dunia.

نسأل الله أن يتغمد الفقيد بواسع رحمته، وأن يتقبل منه صالح عمله، وأن يرفعه عنده في عليين، مع الأنبياء والشهداء والصديقين، وحسن أولئك رفيقًا.. اللهم لا تحرمنا أجره، ولا تفتنا بعده. واغفر لنا وله.. وإنا لله وإنا إليه راجعون.

محمد مهدى عاكف
المرشد العام للإخوان المسلمين

Muhammad Mahdi Akif

Mursyidul Am IM

 

My Blog List

FIKRAH & DAKWAH Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template